- YuheRina 于麗娜 Gusman o.. itu makna ngupil :P xixixi.. bagus kak.. kaya pembelajaran, khususnya buat yg mau jadi ibu :) tapi.. hm... kendala saya dalam membaca cerpen ini.. sampai selesai membaca, sy masih luping (lupa2 ingat), gasih siapa.. nilam siapa... maksudnya, ada kekhawatiran tertukar, tadi yg jd ibu namanya gasih atau nilam ya...13 November 2011 at 22:46 ·
- Hafnidar Hasbi hihii...kok bs bgt ya, sy jg begitu.. suka tertukar nama wkt nulis...ketahuannya pas membaca kembali. Apa karena cara penulis memposisikan Gasih (Ibu) dan Nilam (anak) itu sama ya? mhn pencerahannya :)13 November 2011 at 23:03 ·
- Ashif Aminullohstelah baca sampai akhir, ternyata ini cerpen dengan tema yg sangat unik. ngupil sebagai penyakit psikologis, saya baru tahu, ta'kira sejak awal cerpen ini tentang persahabatan nilam dan gasih, ternyata mereka ini ibu dan anak.
seperti komen saya sebelunya di cerpen mb yuher, cerpen ini juga menurut saya belum fokus kepada konflik. padahal ia punya potensi konflik yg sangat besar: ngupil dan terapinya. :D
mungkin kalau bisa dieksplor lebih dalam ke aktivitas ngupil dan segala permasalahan dan kelucuannya serta keuinikannya ini akan jadi cerpen yang eksotis. seperti cerpen2 mas Joni Ariadinata yg juga sering mengeksplor sisi2 unik kehidupan. atau Seno Gumira atau Putut EA. Sastra memang adalah seni, dalam bentuk kata2. Dan eksplorasi jiwa sangat mungkin dilakukan dengannya. Kayaknya Bu Nidar punya bakat u jadi sastrawan nyentrik. :D
u itu perbaikan di cerpen ini kalau menurut saya ada beberapa poin: tentang karakter, betul sekali mb yuher di komen di atas, kalau kt bingung dg tokoh ini siapa nama siapa, berarti penokohan kt belum sukses, karena itu tokoh harus ditajamkan. dg cara yg 3 tadi: 1.tunjukkan perilaku khusus tokoh, 2.percakapan tokoh, 3.tanggapan tokoh lain thdp tokoh itu.
alur juga perlu diperbaiki, karena menurut saya alur di cerpen ini kurang membuat pembaca untuk terus terjebak pada bacaan. tidak ada misteri/konflik yg dibangun sejak dini. di awal ada perkenalan dengan gasih dan keluarganya, di tengah permasalahan si anak dg masa remajanya di akhir ada permasalahan ttg upil. ini sangat lebar dan menurut saya membuat pembaca agak bingung dengan cerita.
satu lagi tentang gaya penceritaan, dalam teori menulis fiksi ada ungkapan umum u dipahami: show dont tell! tunjukkan jangan ceritakan. ini adalah cara paling efektif membuat tulisan kita terus menerus dinikmati pembaca. karena bahasa2 penuturan secara lugas membuat pembaca bosan, sementara itu pembaca akan tertarik dengan gaya pengggambaran, seperti: "Ia menarik gagang pintu dan melangkah gontai ke ruang seminar" kalimat ini akan lebih dinikmati pembaca ketimbang: "ia berangkat untuk mengisi seminar dengan malas"...
oh ya, dalam menulis, harus juga dipertimbangkan efektifitas kalimat. tidak semua hal harus ditulis dan diceritakan pada pembaca, tujuan kita adalah membangun konflik yg membuat pembaca terus terusan membaca sampai akhir, kalau menulis terlalu bnyk kalimat dan informasi membuat pembaca tidak melanjutkan membaca, maka kita belum berhasil di tahap paling awal.
kira2 sperti itu bu Nidar, semoga sharing ini bermanfaat. :)14 November 2011 at 00:40 · ·1
- Siti Allie Baru baca judulnya udah ketawa duluan, penasaran, saya baca dulu ah....14 November 2011 at 01:00 · ·
1
- Nayo AjaHmmm...ga mudah membuat cerita yang lucu. Beberapa paragraf bikin ngakak. selamat mbak hafnidar, berhasil untuk ini.
Seperti yg lain, Aku juga kesulitan mengingat nama tokoh. Dan seperti yang dikatakan masternya menurutku juga kurang fokus. Seperti di paragraf 8 yang titik fokusnya ke Nilam "Hari ini Nilam bangun lebih awal dari biasanya........" yang kemudian dilanjutkan diparagraf 9 yang masih mengupas ttg Nilam, tp anehnya fokus ini berpindah ke Gasih diakhir paragraf 9.
Satu lagi, diparagraf 8 "Nilam terus bicara dalam hati sambil mengguliti seekor Ikan Tenggiri besar kesukaan orangtuanya. Ikan itu akan diolah Nilam menjadi Empek-empek kesukaan Galih dan suaminya." kalimat ini sepertinya ada yang anrh. Dan mungkin ini yang disebut kesalahan sudut pandang.14 November 2011 at 01:46 · ·2
- Hafnidar HasbiTerimakasih komentar dan masukannya Mb Yuher, Mas Ashif, Mb Siti Allie dan Mas Nayo Aja. Ini pengalaman kedua bikin fiksi. Ide cerita terinspirasi dari permasalhn psikologis. Memang benar seperti yg dikomentari, ketika menulis cerita ini sy...See more14 November 2011 at 02:13 ·
- Nayo Aja Diparagraf 11, 12 dan 13 mbak, khususnya bagian akhir tiap paragraf tsb.
Puncaknya ini : "....Akhirnya Gasih menemukan muara atas kekalutan jiwanya. Persis seperti musafir di padang pasir yang menemukan setetes air...." menurutku ini penggambaran yang berlebihan yang membuatku berimajinasi dan ngakak.14 November 2011 at 02:43 · ·1
Pelatihan Empatik I Menulis FLP Taiwan
Kamu suka menulis? Pengen jadi penulis? Gabung bersama kami, Forum Lingkar Pena Taiwan Pelatihan Empatik Menulis FLP Taiwan (rekrutmen anggota) hari/tgl : Ahad, 11 maret 2012 tempat : Pondok Budaya Taipei waktu : 09.00-15.00.
Penulisan Huruf Dalam Ejaan Yang Disempurnakan (EYD)
EYD adalah rangkaian aturan yang wajib digunakan dan ditaati dalam tulisan bahasa indonesia resmi. EYD mencakup penggunaan dalam 12 hal, yaitu penggunaan huruf besar (kapital), tanda koma...
Lomba FTS ( Flash True Story ) FLP Taiwan - Perjuangan Hidup Di Negeri Formosa
Yuk, tuliskan pengalaman seru, haru, menginspirasi dan bahagia kalian, dan ikuti lomba perdana dari FLP Taiwan. Tema kita kali ini adalah "Perjuangan Hidup Di Negeri Formosa".
Ku coba memaknai semuanya dengan kekerdilan iman yang ku miliki
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui" Qs. 2: 216
Tips Menulis Latar
Latar adalah tempat dan waktu dalam sebuah cerita. Latar bisa berupa tempat nyata, tetapi mungkin juga sebuah tempat fiktif. Beberapa tips untuk membuat latar kita hidup, diantaranya:
Tuesday, 3 January 2012
Ngupil
Tongkat
- Siti Allie Kata Gontor mengingatkan aku pada novel Negeri Lima Menara Bu :)18 November 2011 at 08:00 · ·
1
- Tina Yanesh he he pingin ketawa , ko nama kapal kita sama ya Mbak Hafnidar ^ ^18 November 2011 at 23:38 · ·
1
- Nayo Aja I LIKE THIS.
Tiba-tiba saja awak bisa bicara bahasa medan bah! hehe...
Buatku ini lebih hidup dibanding tulisan sebelumnya. Idenya simple dan dikembangkan dengan menarik. Mengenai penokohan biar mas Ashif aja hehe. Cuma aku ga suka nama tokoh utamanya Sabar, dan jika nama ini ada korelasi dengan sifat dari tokoh tersebut, sepertinya koq ga ngena.
btw tetep semangat mbak Hafnidar. - Hafnidar Hasbi Thank Mas Nayo Aja, nama Sabar terinspirasi dari seorg tmn di medan, Sabar Sinaga....ya benar nama Sabar punya konotasi dgn sifat Sabar. Lbh sesuai dikash nama Sinaga atau Sitompul atau Sabaruwa....19 November 2011 at 09:30 ·
- Ashif Aminullohmeskipun sangat singkat, bu nidar berhasil memberikan penokohan yg kuat u tiga karakter yg muncul d cerpen ini. anak kecil yg serga ingin tahu dan kritis, pemuda yg keras kepala, juga seorang kakek yg disegani. beberapa catatan u cerpen:
-ada deskripsi yg membuat sy bingung. kemungkinan karenap pnggunaan kalimat yg kurang efektif, atau mungkin diksi yg perlu sedikit disesuaikan. cntoh: "sambil sesekali diletakkan kepalanya di atas pagar besi teras kapal itu" apakah kita bisa meleakkan kepala sesekali di atas pagar besi? mungkin menyandarkan, atau bersandar. kalau meletakkan kepala saya jd mikir yg enggak2-ex:hantu tak berkepala.:D. nanti bisa kt pelajari lbh lanjut tentang pemilihan kata yg efektifi di bab DIKSI.
-ttg tokoh anak, sudah bagus, penggambaran lewat eksplorasi pemikiran si aris membuat kita paham siapa aris dan apa motifnya dalam cerita ini. lalu sabar yg awalnya misterius, jadi terbuka di akhr bahwa ia sebenarnya punya ingatan traumatis tentang tongkat kakeknya. sementara kakek, nah ini yg mungkin perlu dieksplor lebih jauh. u menunjukkan bahwa seseorang memiliki sifat tertentu, kita sebaikny menghindari pengungkapan langsung. seperti: dia periang. lebih baik kalau: pak karso sering tersenyum dan menyanyi sendiri. nah, d penggambaran kakek jg begitu, kl bisa dihindari yg ini: "Kakek seorang imam yang sangat disegani". atau "Figur kakek begitu kuat"
selebihnya, saya agak bingung dg alur cerita, kenapa kakek di awal yg muncul setelah khutbah lalu muncul di ingatan sabar sebagai penyebab ia tidak menjamak sholat? mungkin perlu ada satu paragraf yg menjelaskan lebih ttg apa yg sebenarny terjadi. terutama di paragraf2 akhir.
overall ini cerpen dg penggambaran setting yg menarik. udah pernah naik kapal very ekonomi btulan ya bu? terus tingkatkan bu nidar...^^19 November 2011 at 23:08 · ·1
- Hafnidar Hasbi Terimakasih banyak Mas Ashif Aminulloh, comment2nya sangat menginspirasi saya utk terus belajar dan berlatih. Kayaknya mulai skr lbh cocok kalo saya panggil Pak Guru Ashif saja deh atau Ashif Aminulloh lowshe..:)20 November 2011 at 03:20 ·









